KEGIATAN PILMAPRES (PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI) 2017 DI KOPERTIS WILAYAH 1 SUMATERA UTARA.

18033993_1421614954575179_2819750359200105680_n

Sumber Foto : (Dokumen Pribadi)

Medan – Kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2017 yang berlangsung sejak tanggal 18 April – 19 April 2017 berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Kopertis Wilayah satu (1). Kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Antusias dari para peserta Pilmapres dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat baik. Terlihat dari setiap kali mereka begitu semangatnya mengikuti acara tersebut.

Setiap Universitas mengutus seorang mahasiswanya untuk mengikuti Pilmapres tersebut, sesuai dengan standar aturan dan syarat yang telah dilalui. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini memberikan semangat serta dorongan kepada setiap mahasiswa untuk tetap berjuang meski kalah dimedan perang. Saat kegiatan seperti ini, membuat para mahasiswa untuk lebih mengenal sampai dimana kemampuan yang mereka miliki.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari setiap Universitas Swasta yang ada di Kopertis Wilayah 1. Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua (2) hari ini menjadi sebuah pengalaman bagi setiap mahasiswa untuk lebih meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Dan juga mereka dapat saling berkenalan dengan mahasiswa yang lainnya yang berada beda dengan Universitas.

Setiap mahasiswa mendapat 5 penguji, dimana yang diuji adalah dua orang penguji untuk karya ilmiah, 1 orang penguji untuk kemampuan/keahlian yang diunggulkan serta 2 orang penguji untuk bahasa inggris. Setiap mahasiswa dihadapkan kepada setiap masing-masing juri, dari setiap pemaparan dan pertanyaan yang diuji oleh juri itulah yang dinilai. Sehingga mereka dapat melihat hasilnya secara face to face. Dari cara ini para juri dapat melihat kemampuan dari setiap peserta Pilmapres.

Dipenghujung acara, semua hasil rekapitulasi. Sehingga hasilnyapun terlihat, didetik-detik yang menegangkan membuat para peserta degdegan. Tepat pukul 13.15 WIB pengumuman segera dibacakan. Dan selamat kepada 6 besar peserta Pilmapres yang terpilih untuk melanjutkannya kebabak selanjutnya. Nama peserta yang masuk 6 besar, yaitu :

  1. Muhammad Al Anas Juara I             Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  2. Cavell Juara II            Universitas Pelita Harapan
  3. Stefanus Dewangga Juara III          Sekolah Tinggi Bahasa Asing – Persahabatan Internasional Asia
  4. Dwide Elizabeth Sembiring Harapan I        Institut Teknologi Del
  5. Sio Jurnalis Pipin Harapan II       STMIK Mikroskil
  6. Harry Christian Marpaung Harapan III     Universitas Graha Nusantara

Peserta Pilmapres yang masuk 6 besar diberi penghargaan + beasiswa + sertifikat. Dan juga selamat kepada para peserta Pilmapres, meskipun belum menang jadikan semua ini pengalaman yang berharga sehingga bias lebih baik lagi kedepannya, pesan saat penutupan kegiatan Pilmapres 2017. Begitupun bagi para peserta yang tidak lolos juga mendapatkan sertifikat + uang penghargaan terhadap karya ilmiah.

Semoga tahun depan, setiap Universitas dapat memberikan yang terbaik lagi. (Artika Vicentia Manik)

Mengenang Pengorbanan Yesus Disalib Lewat Prosesi Tablo

Jalan Salib Ambon 9

Ilustrasi Foto : (www.rantingxsilo.org)

Bagi umat Kristiani, perayaan Paskah yang dilakukan setiap tahun pada dasarnya bukanlah sekadar rutinitas gerejawi. Perayaan ini justru memiliki arti yang sangat penting. Mulai dari kebangkitan Yesus yang membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa atas maut, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa janjiNya tidak pernah gagal atau diingkari dan Paskah menunjukkan adanya pengharapan bagi orang percaya.

Dalam perjanjian Baru, Paskah menunjukkan pengorbanan Yesus disalibkan. Pengorbanan itu membebaskan manusia dari seluruh perbudakan dosa. Pengorbanan ini bertujuan menyelesaikan dosa dan memberi keselamatan. Beberapa hari sebelum perayaan Paskah, kisah pengorbanan Yesus saat disalibkan ini menjadi hal menarik dalam rangkaian perayaan Paskah di dunia.
Agar seluruh umat melihat seperti apa pengorbanan Yesus saat disalib, maka kisah pengorbanan Yesus tersebut diperankan ulang melalui prosesi Tablo yang dilaksanakan Kelompok Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik (KKM KMK) St Igantius de Loyola Unika Santo Thomas Medan pada hari Jumat (24/3/2017).

Pengertian Tablo dimaknai sebagai seni gerak (drama) tanpa suara yang menceritakan kisah-kisah rakyat, legenda atau cerita sejarah. Dalam bahasa Perancis, adegan ini disebut tableau vivant yang berarti gambar hidup (living picture). Sebenarnya, tablo sudah dikenal sekitar tahun 1500 -an. Pada masa itu seni gerak ini dipakai untuk memerankan beberapa adegan yang dibutuhkan para pelukis atau pematung agar mereka dapat menghasilkan lukisan atau patung dengan gaya yang lebih ekspresif. Di belahan dunia lain, lebih banyak digunakan kata “re-enactment“, dalam bahasa Inggris berarti pengulangan sebuah kisah sejarah. (http://www.sathora.or.id/4275/drama-sengsara-yesus-di-daerah-dan-negara-lain/)

Di Indonesia, kegiatan ini disebut Tablo dan biasa dilaksanakan dalam rangka menyambut Paskah. KKM KMK St Ingnatius de Loyola Unika Santo Thomas Medan adalah salah satu kelompok kegiatan mahasiswa yang cukup rutin menggelar prosesi Tablo ini. Pengurus KKM menjadikan proses ini sebagai program rutin organisasi yang dikoordinatori oleh Koordinator Kerohanian. Prosesi ini diikuti puluhan mahasiswa Unika Santo Thomas Medan, dengan pemeran prosesi Tablo seluruhnya berasal dari anggota KKM KMK Unika Santo Thomas Medan.

Mahasiswa Unika Santo Thomas mengikuti prosesi Tablo ini dengan hikmat dan antusias. Saat proses berlangsung, mahasiswa yang sedang mengikuti kegiatan di kampus menghentikan sejenak kegiatan mereka untuk dapat melihat dan mengikuti kisah pengorbanan Yesus disalib yang digambarkan dalam proses Tablo tersebut.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 16.45 WIB. Sebelum kegiatan berlangsung, koordinator kerohanian memandu dari depan Kapel Unika St.Thomas dengan membuat doa. Lalu acarapun dimulai, semua pemeran mengambil posisi masing-masing. Kisaran rute yang harus dimulai Yesus saat dijatuhi hukuman mati dari bangku merah rektorat melewati jalur Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi seputaran dan berbelok mengikuti jalan dengan melewati tugu Unika, lalu rute Asrama Putri, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum hingga melewati seketariat Gempita menuju Lapangan Reformasi Unika dimana tempat Yesus akan disalibkan. Setelah Yesus wafat disalib, maka mayat Yesus dibawa ke dalam Kapel Unika. Dan itulah kegiatan akhir dari kisah perjalanan Yesus.

Rangkaian acara dibuat sedemikian baik dan terarah, kegiatan tablo ini sudah dilatih dengan maksimal dan sesuai prosedur. Kegiatan tablo ini terselenggara dengan baik, dan rangkaian acaranyapun berjalan dengan hikmat. Terlihat pada saat menjalani rute-rute yang dilalui Yesus membuat hati mahasiswa yang mengikuti perjalanan Yesus tersentuh menyaksikan perjalanNya. Dan kegiatan ini selasai sampai pukul 18.45 WIB.

Kegiatan Tablo ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Unika St.Thomas Medan, Mahasiswa Asrama Putri Unika. Dan Tablo ini juga dihadiri oleh pihak kampus meski hanya Seketaris Rektor yaitu Ibu Helena Sihotang, namun pihak rektorat menegaskan bahwa pihak kampus sangat berantusias dan mendukung kegiatan yang berlangsung. Tujuan tablo ini digelar untuk menggugah hati setiap orang untuk saling mengasihi, dan tidak lagi melakukan dosa lagi. Dengan adanya tablo ini kami koordinator kerohanian mengaharapkan hati setiap insan mau merubah sikap dan perilaku untuk lebih baik.

KEHIDUPAN YANG DIINGINKAN ANAK DI DALAM KELUARGA

aile-eğitimi-ve-çocuk-gelişimi-ilişkisi

Ilustrasi Foto : (www.gebelikegitimi.com)

Kehidupan di keluarga kerap menjadi saksi bagaimana terjalannya sebuah hubungan anatar orangtua dengan anak-anaknya. Berbicara soal keluarga, hal yang lazim bagi orangtua memberikan sejuta perhatian kepada anak-anaknya. Keluarga merupakan sekumpulan orang yang terdiri dari baik itu ayah, ibu, kakak dan adik. Seorang anak selalu mendambakan keluarga yang selalu ada untuknya, namun hal itu sangat sulit. Mengapa demikian? Itu karena setiap orangtua mempunyai alasan yang tepat, yaitu mereka bertanggung jawab untuk membahagiakan mereka. Semakin banyak orangtua yang berprinsip seperti ini untuk bias mereka berikan dalam mencukupi kebutuhan anak-anak mereka.

Dalam hal ini, bukan sekedar materi yang diinginkan oleh seorang anak namun juga kasih sayang. Kasih sayang diwujudkan oleh sebagian orangtua seperti membelikan barang-barang elektronik. Sementara hal itu bukanlah yang diinginkan oleh anak-anaknya. Kalau sampai hal ini terus berlanjut apa yang terjadi kepada sang anak? Tentu akan semakin banyak anak yang terjerumus kehal-hal yang tidak diinginkan oleh keluarga akibat kurangnya kasih sayang yang didapat dari keluarga mereka terutama dari orangtua mereka.

Bukan untuk menggurui, namun hal inilah yang menjadi dasar saya untuk memberikan beberapa tips kepada keluarga. Terutama orangtua untuk memberikan kehidupan yang layak kepada anaknya yang bukan hanya sekedar dari materi saja melainkan wujud nyata dari kasih sayang. Semuanya melalui ketulusan hati antar keluarga untuk saling berbagi dan saling menyayangi. Diperlukan waktu yang baik untuk menjadi orangtua yang baik. Lalu, langkah-langkah apakah yang dapat dilakukan untuk memberikan kehidupan yang baik kepada sang anak? Berikut tips sederhananya:

  1. Berikan Kecupan di Kening saat Membangunkan Sang Anak

Hal ini sangat lumrah untuk dilakukan yang dapat memberikan respon positif kepada sang anak, karena anak akan berpikir kalau orangtuanya begitu sangat menyayanginya dan begitu peduli kepadanya.

  1. Menyiapkan Sarapan

Menyiapkan sarapan kepada sang anak sangat lazim dilakukan karena itu bukti nyata tanggung jawab dari sang Ibu untuk memberikan kehangatan di dalam keluarga.

  1. Memberikan Waktu Luang Untuk Pergi ke Taman, Museum, dan Kebun Binatang sekali seminggu

Banyak orangtua yang sibuk dengan pekerjaannya membuat sang anak terabaikan, hal yang baik adalah memberikan waktu luang untuk bersama anak untuk menikmati suasana luar. Kegiatan pergi ke taman, museum atau ke kebun binatang dapat memberikan respon positif dan juga membantu sang anak untuk mengenal dunia disekitarnya. Dalam hal ini, orangtua dapat mengenal lebih dalam kepribadian sang anak, baik itu dalam hal yang disukai dan yang tidak disukai mereka. Ini dapat dilakukan sekali dalam seminggu, sehingga bisa untuk mereflekskan diri dari penatnya pekerjaan dan berkumpul bersama keluarga.

  1. Menemani Belajar

Dalam hal ini harus dilakukan karena dengan menemani dan mengajari sang anak belajar, maka orangtua dapat mengetahui sejauh mana perkembangan ilmu pengetahuan yang dimiliki sang anak.

  1. Sharing Keluarga

Hal yang seharusnya dilakukan dalam sebuah keluarga adalah sharing, baik itu mengenai kehidupan sehari-hari anak. Kegiatan seperti ini juga bermanfaat karena ini dapat membantu anak-anak mereka dalam menyelesaikan setiap persoalan mereka. Sehingga rasa kasih sayang itu timbul dengan seringnya melakukan sharing di dalam keluarga.

Itulah beberapa tips yang saya berikan, semoga bermanfaat dan semoga semakin banyak yang memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada keluarga terutama kepada anak-anaknya.

Negeriku Indonesia

bendera-indonesia

Ilustrasi Foto : (Make Things Happen – UNY)

Sejak saat aku lahir

Negeriku ada dan menemani

Saat ku berlari dan terjatuh

Dihamparan rumput hijau membentang

Mempertunjukkan eloknya negeri Indonesiaku

Bentangan alam yang indah memberi warna di hati

Membuatku menjelajahi setiap sudut negeriku

Oh, betapa indahnya Indonesiaku

Tetaplah menjadi negeri Indonesia ku tercinta

Puisi ini telah terbit di Rubrik Cerpen dan Puisi Harian Analisa Edisi Rabu, 05 April 2017

Kenangan di Atas Paris

2

Ilustrasi Foto : (My Life Story – WordPress.com)

Pandangan indah membentang

Seakan bercerita kenangan silam

Senja dunia itu serasa milik kita

Wahai sang Paris terukir kenangan

Saat pagi menjelma di atas ujung Paris

Puisi ini telah terbit di Rubrik Cerpen dan Puisi Harian Analisa Edisi Rabu, 05 April 2017

Lagu Cinta

 

lagu anak tema tanaman pendidikan PAUD KAk Zepe

Ilustrasi Foto : (Lagu Anak – blogger)

Terik matahari merekah

Sinarnya membawa kehangatan

Yang tidak kunjung padam

Bagai lagu cinta

Lirik-lirik itu menyatu

Diantara rimbunan pohon yang ikut tersenyum

Rumput seolah mengerti, maksud itu semua

Terharu, dan terhampar oleh lirik merdu

Membawa sejuta kehangatan bagi siapapun